Larangan dan Kebolehan bagi Wanita Istihadhah dalam Beribadah

Larangan dan Kebolehan bagi Wanita Penderitanya dalam Beribadah

Apakah kamu tahu, apa itu istihadhah? Istihadhah merupakan salah satu jenis pendarahan pada wanita. Lalu apa saja larangan bagi wanita istihadhah? Bolehkah wanita istihadhah shalat berjamaah? Bolehkah wanita istihadhah berpuasa? Untuk mengetahuinya, simak ulasan berikut ini!

 

Apa Itu Istihadhah pada Wanita?

Dalam Islam, ada beberapa istilah yang digunakan untuk menjelaskan pendarahan yang terjadi pada wanita, salah satunya istihadhah. Lalu apa itu istihadhah? Istihadhah adalah darah pendarahan yang terjadi pada wanita di luar dari masa siklus haid. Dalam istilah media, istihadhah juga disebut dengan nama menorrhagia.

Istihadhah biasanya disebabkan karena pengaruh hormon pada wanita. Kamu bisa mengenali apakah pendarahan yang kamu alami termasuk istihadhah atau bukan dari warna dan baunya.

Darah istihadhah biasanya berwarna merah terang yang segar, tidak seperti darah haid yang cenderung berwarna merah gelap atau kehitaman. Kemudian dari segi bau, darah istihadhah memiliki bau seperti darah pada umumnya.

Hal ini karena darah istihadhah berasal dari urat yang pecah atau putus. Sementara itu, darah haid biasanya memiliki bau yang lebih menyengat dan tidak sedap. Darah istihadhah juga bersifat encer, tidak seperti darah haid yang lebih kental. Saat terjadi pendarahan, darah istihadhah juga lebih mudah keluar daripada darah haid.

 

Penyebab Istihadhah pada Wanita

Seperti yang kamu ketahui, penyebab istihadhah biasanya terjadi karena pengaruh hormon pada wanita. Namun ada beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan terjadinya istihadhah pada wanita. Selain larangan bagi wanita istihadhah, ketahui dulu beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya istihadhah secara singkat:

 

1. Hormon Tidak Seimbang

Hormon yang tidak seimbang dapat menyebabkan terjadinya haid yang berkepanjangan. Hal ini juga disebut dengan kondisi istihadhah. Jika jumlah hormon tidak seimbang, maka dinding rahim wanita akan terus meluruh sehingga menyebabkan terjadinya istihadhah.

 

2. Fungsi Ovarium Terganggu

Gangguan pada fungsi ovarium atau indung telur biasanya dapat terjadi karena produksi hormon estrogen dan progesteron yang tidak normal. Kondisi ini juga bisa memicu haid yang berkepanjangan atau istihadhah pada wanita.

 

3. Endometriosis

Penyebab selanjutnya yaitu karena endometriosis atau tumbuhnya jaringan di bagian luar rahim. Endometriosis dapat menyebabkan pendarahan dan kram atau rasa nyeri yang tidak normal pada wanita ketika menjelang atau selama haid berlangsung

Lalu, bagaimana cara menyembuhkan darah istihadhah? Jika kamu sedang mengalami istihadhah dan ingin menghentikan pendarahan tersebut, kamu bisa melakukan beberapa hal.

Pertama, kamu bisa melakukan terapi hormonal. Terapi ini bisa kamu lakukan jika kamu mengalami masa haid yang berkepanjangan karena gangguan hormon.

Kedua, kamu juga bisa mengatasi istihadhah menggunakan bantuan obat-obatan.  Beberapa obat yang bisa kamu gunakan untuk mengatasi istihadhah yaitu obat anti inflamasi nonsteroid, alat kontrasepsi hormonal, obat anti fibrinolitik, dan histerektomi.

Selanjutnya, jika masalah istihadhah kamu disebabkan karena adanya kanker atau tumor pada rahim, maka sebaiknya kamu menjalani tindakan operasi.

 

Larangan bagi Wanita Istihadhah

Jika kamu sedang mengalami istihadhah, ada beberapa larangan bagi wanita istihadhah yang perlu kamu ketahui. Berikut adalah beberapa larangan tersebut:

 

1. Larangan Meninggalkan Sholat 5 Waktu

Larangan bagi wanita istihadhah yang pertama yaitu tidak boleh meninggalkan sholat 5 waktu. Istihadhah merupakan darah yang keluar dari organ kewanitaan di luar masa haid. Darah istihadhah juga bukan merupakan darah nifas yang keluar saat melahirkan dan setelah melahirkan.

Karena bukan termasuk darah haid maupun nifas, maka wanita yang sedang mengalami istihadhah wajib hukumnya untuk tetap menjalankan sholat 5 waktu.

 

2. Larangan Meninggalkan Puasa Ramadhan

Larangan bagi wanita istihadhah selanjutnya yaitu tidak boleh meninggalkan kewajiban puasa Ramadhan. Seperti ulasan sebelumnya, karena wanita istihadhah sedang tidak berada pada masa haid ataupun nifas, maka wanita istihadhah tetap harus menjalankan kewajiban puasa Ramadhan.

 

Kebolehan bagi Wanita Istihadhah

Dalam urusan ibadah, wanita yang mengalami istihadhah memiliki hukum ibadah yang sama dengan wanita suci (tidak sedang haid atau nifas). Jadi, aturan pelaksanaan ibadahnya hampir sama dengan wanita muslim pada umumnya. Selain larangan, berikut adalah beberapa kebolehan bagi wanita istihadhah:

 

1. Boleh Melakukan Tawaf dan Sa’i

Wanita yang mengalami istihadhah boleh melakukan ibadah tawaf dan sa’i. Salah satu syarat tawaf dan sa’i adalah suci dari hadas besar. Istihadhah bukan merupakan hadas besar, sehingga kamu masih boleh melakukan ibadah tawaf dan sa’i.

Namun, kamu perlu memperhatikan kebersihan saat melakukan ibadah tawaf dan sa’i ketika sedang mengalami istihadhah. Kamu bisa memakai pembalut untuk menjaga kebersihan dan berwudhu sebelum melakukan tawaf dan sa’i.

 

2. Boleh Menyentuh dan Membaca Al-Quran

Wanita yang sedang mengalami istihadhah juga boleh untuk menyentuh dan membaca Al-Quran. Ketentuan untuk membaca dan menyentuh Al-Quran juga hampir sama dengan ketentuan ibadah tawaf dan sa’i sebelumnya.

Jika kamu sedang mengalami istihadhah, maka hendaknya kamu menjaga kebersihan dan berwudhu terlebih dahulu sebelum menyentuh dan membaca Al-Quran.

 

3. Boleh Masuk Masjid

Selain ibadah-ibadah sebelumnya, bagi wanita yang sedang mengalami istihadhah juga tidak ada larangan memasuki masjid. Namun, sebagai tempat yang suci, kamu harus menjaga kebersihan dan mensucikan badan kamu dari noda darah terlebih dahulu sebelum memasuki masjid.

 

Apakah Wanita Istihadhah Boleh Puasa?

Para wanita yang sedang mengalami istihadhah biasanya sering ragu kira-kira bolehkah wanita istihadhah berpuasa? Jawabannya adalah boleh. Wanita yang sedang mengalami istihadhah boleh menjalankan ibadah. Bahkan saat bulan Ramadhan, wanita yang mengalami istihadhah juga wajib melakukan puasa Ramadhan.

Meskipun boleh berpuasa saat sedang istihadhah, ada beberapa ketentuan yang harus dilakukan oleh wanita istihadhah. Beberapa ketentuan tersebut yaitu menjaga kebersihan dengan menyumbat pendarahan menggunakan kapas atau pembalut. Selain itu, kamu juga bisa menjaga kebersihan dengan berwudhu secara rutin.

 

Bolehkah Wanita Istihadhah Shalat Berjamaah?

Selain berpuasa, bolehkan wanita istihadhah shalat berjamaah? Jawabannya adalah boleh. Wanita yang sedang mengalami istihadhah boleh melakukan sholat berjamaah. Hal ini karena istihadhah bukan merupakan darah haid ataupun nifas, sehingga tidak ada larangan bagi wanita istihadhah untuk sholat berjamaah.

Tata cara shalat istihadhah juga sama dengan sholat berjamaah pada umumnya. Namun, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan jika ingin sholat berjamaah dalam kondisi sedang istihadhah.

Sebelum melaksanakan sholat jamaah, kamu wajib mengganti pembalut atau kapas untuk menjaga kebersihan. Kamu juga wajib untuk berwudhu sebelum melaksanakan sholat berjamaah. Setelah selesai sholat, kamu sebaiknya juga mengganti lagi pembalut atau kapas yang kamu gunakan untuk menjaga kebersihan diri kamu.

 

Sudah Tahu Larangan dan Kebolehan Ibadah bagi Wanita Istihadhah?

Jika mengalami masa haid yang berkepanjangan, ada baiknya segera mencari tahu apakah kamu sedang mengalami istihadhah atau tidak. Tindakan penanganan yang tepat dan cepat akan mampu mengatasi masalah istihadhah yang terjadi pada wanita.

Setelah membaca ulasan tersebut, kamu akan mengerti jika sebenarnya tidak ada larangan bagi wanita istihadhah untuk beribadah dalam Islam. Namun, wanita yang sedang berada dalam kondisi istihadhah harus mampu menjaga kebersihan jika hendak menjalankan ibadah.