Hukum Mencukur Bulu Kemaluan Bagi Wanita yang Belum Menikah, Wajib Tahu

Hukum Mencukur Bulu Kemaluan Bagi Wanita yang Belum Menikah

Hukum mencukur bulu kemaluan bagi wanita yang belum menikah kerap dipersoalkan. Pasalnya, sebagian orang berpendapat apabila sah saja, tetapi sisanya menganggap itu yakni perbuatan makruh. Artinya, perempuan boleh saja memotong rambut area genitalia serta tidak akan mendapat dosa.

Dalam Islam sendiri, memotong bulu kemaluan memiliki hukum serta tata caranya tersendiri. Pasalnya, rambut genitalia memiliki peran yang penting sehingga wajib untuk menjaga kebersihannya. Mari simak tentang hukum, tata cara, serta manfaat dalam memotong rambut genitalia wanita, berikut ini:

 

Hukum Mencukur Bulu Kemaluan Bagi Wanita yang Belum Menikah

Beberapa dalil mengatakan bahwasannya memotong rambut genitalia pada perempuan, meskipun belum berkawin tentu sah-sah saja. Sedangkan menurut HR. Bukhari, mencukur rambut genitalia guna perempuan memang disunnahkan.

Melainkan, ada juga perdebatan lainnya apakah yang disarankan yakni mencukur atau mencabut. Madzhab Hanafiyah menuturkan, sunnahnya yakni mencabut bukan mencukur, sementara itu Madzhab Maliki mengatakan bila mencukur merupakan letak sunnahnya.

Sebaliknya, berdasarkan Madzhab Syafi’i, perihal ini dibedakan antara perempuan yang belum berkawin antara perempuan yang sudah berumur. Bagi perempuan yang masih lajang, dihimbau agar mencabut bulu genetalianya.

Lalu, perempuan yang telah berumur, disunnahkan agar mencukurnya saja. Terlepas dari itu semua, hukum mencukur bulu kemaluan bagi perempuan yang belum berkawin boleh dilakukan.

Pasalnya, dengan memotong rambut genitalia, maka area genitalia jadi semakin bersih. Kemudian, berguna juga untuk meningkatkan serta melancarkan pembuluh darah waktu berjima.

Sementara itu, ketika ingin memotong rambut genitalia, disunnahkan agar melakukannya secara rutin. Waktu yang disarankan yakni tidak lebih dari 40 hari.

 

Etika Ketika Mencukur Bulu Kemaluan Wanita

Menurut Islam, ingin memotong rambut genitalia ada etiketnya tersendiri. Ini diawali beserta memotong bulu di sisi kanan atas, lalu cukur ke sisi kiri. Tetapi, atas dasarnya hal ini tak pakem untuk dilakukan, tergantung situasinya.

Andaikata terdapat kesusahan dalam mengikuti etika tersebut, hal paling penting dilakukan yakni dengan berdoa dulu. Hal ini dilakukan supaya waktu memotong rambut genitalia, tidak ada jin yang mengintip.

Tetapi, tak ada doa khusus yang diwajibkan sebelum memotong rambut genitalia. Cukup baca bismillah saja disertai niat baik, maka memotong rambut genitalia bisa langsung dilakukan.

 

Manfaat Mencukur Bulu Genitalia Wanita

Hukum mencukur bulu kemaluan bagi wanita yang belum menikah justru dibolehkan. Pasalnya, berlimpah keuntungan yang didapat bila melakukan hal ini. Yuk, simak apa saja manfaat yang didapat perempuan kalau rajin memotong bulu genitalia:

 

1. Meminimalisir Kelembaban

Area genitalia sangat rentan lembab sebab tertutup sepanjang waktu. Padahal, bila lembab, risiko terdapat bakteri maupun jamur menjadi meningkat. Hal itu tentu memicu penyakit lainnya yang akan membahayakan kesehatan perempuan.

 

2. Menghindari Adanya Kutu

Umumnya kutu hidup di area yang ditumbuhi bulu, baik itu rambut kepala maupun bulu di bagian genitalia. Bila ada kutu, area genitalia jadi gatal serta mampu menularkan secara seksual. Dengan rutin bercukur, maka bisa mengurangi risiko terdapat kutu.

 

3. Menghindari Bau Tidak Sedap

Memotong rambut genitalia mampu mengurangi penghasilan kelenjar minyak. Dengan begitu, area genitalia pun cenderung tidak menghasilkan bau busuk. Hal ini tentunya akan menambah rasa nyaman serta percaya diri pada perempuan.

Itulah penjelasan yang menarik soal hukum mencukur bulu kemaluan bagi wanita yang belum menikah. Hal itu boleh saja dilakukan asal menerapkan etiket yang benar serta higienis. Tetapi, jangan sampai mencukur hingga habis agar tidak iritasi serta membahayakan kesehatan.

 

Baca Juga : Apa Itu Istihadhah (haid berlebih) dan Penyebabnya?